Just another WordPress.com site

ANTENA WAJANBOLIC


IMPLEMENTASI Gambar

Angga Rahman 1

1), Tugas Softskill

 

 

ABSTRAK

 

Perkembangan teknologi telekomunikasi telah menjadi sesuatu kebutuhan yang sangat pokok dalam dunia maju saat ini. Teknologi komunikasi banyak berkaitan dengan infrastruktur. Sistem komunikasi merupakan salah satu kebutuhan manusia yang paling dasar dan sebuah sistem selalu membutuhkan medium sebagai pembawa sinyal. Maka dari itu dibutuhkan alat pendukung sebagai penghubung pembawa sinyal dalam sebuah jaringan, salah satunya yaitu  teknologi wireless. Salah satu bagian dalam teknologi wireless ini yaitu antena. Jaringan  tanpa kabel  atau   wireless networking  merupakan cara  yang cepat,  mudah untuk membangun jaringan, juga  merupakan alternative paling  ekonomis daripada  membangun  jaringan  menggunakan  kabel.  Jaringan  Wirelees dapat  digunakan untuk  menghubungkan jaringan  antar  gedung  yang   jaraknya  sampai beberapa kilometer.

 Dari berbagai bentuk antena, antena wajanbolic merupakan antena yang praktis dan sederhana untuk diimplementasikan. Fungsi dari antena wajanbolic ini yaitu untuk mengumpulkan sinyal yang dipancarkan oleh acces point. Komponen utama dalam membuat wajanbolic adalah USB wireless adapter. Dalam implementasi wajanbolic tersebut, diperoleh jarak maksimal jangkauan acces point yang mampu diterima sekitar 150 meter dimana lintasan sinyal dalam keadaan clear of  sight (CLOS).

 

Kata kunci :  jaringan ,wireless, acces point, wajanbolic, USB wireless adapter.

 

 

A.  PENDAHULUAN

 

Dalam era globalisasi perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi memadu menjadi satu. Teknologi informasi banyak berkaitan dengan konten sementara teknologi komunikasi banyak berkaitan dengan infrastruktur, penyatuan ini mampu memberikan layanan komunikasi dan informasi bagi manusia.

Jaringan internet sebagai salah satu implementasi  teknologi  informasi- komunikasi (infokom) mampu memberikan layanan komunikasi data. Dengan layanan ini masyarakat dapat bertukar informasi melalui pengiriman  data,  pemanfaatan  internet  saat ini sedang digemari oleh masyarakat.

Salah satu opsi akses yang ekonomis adalah dengan berlangganan internet bersama kemudian didistribusikan kebeberapa client. Untuk lebih meringankan biaya distribusi jaringan internet salah satunya dengan pengadaan antena yang  dapat dibangun dari berbagai  jenis  alat  dan  bahan  yang  biasa

dijumpai atau sudah familiar pada kehidupan sehari-hari.

Bahwa saat ini telah banyak dikenal teknologi sederhana berkaitan dengan penggunaan antena yang dapat menjadi opsi yang murah yaitu salah satunya antena wajanbolic. Melihat kondisi geografis yang luas  maka  untuk mengakses  suatu jaringan dipergunakan  teknologi  wireless.  Untuk itu perlu dilakukan percobaan dalam pembuatan antena wajanbolic dan bagaimana pemanfaatannya.

1.   Jaringan Komputer

 

Jaringan komputer merupakan gabungan antara teknologi komputer dan teknologi komunikasi. Gabungan teknologi melahirkan pengolahan data yang dapat didistribusikan, mencakup pemakaian database, software aplikasi dan peralatan hardware secara bersamaan, untuk membantu proses otomatisasi perkantoran dan peningkatan ke arah efisiensi kerja. Adapun Tipe jaringan terdiri dari 2 type yaitu:

 

   Jaringan Client Server

 

   Jaringan Peer to Peer

 

 

 

2.   Prinsip Dasar Jaringan

 

Berdasarkan lingkup atau luas daerah kerja secara geografis, jaringan komputer dapat dibedakan ke dalam beberapa macam, yaitu:

   Local Area Network (LAN)

 

   Metropolitan Area Network (MAN)    Wide Area Network (WAN)

    Interconnection Network (Internet)

 

Dari jenis jaringan tersebut dapat dibedakan lagi berdasarkan topologi/bentuk jaringannya. Topologi Jaringan adalah gambaran secara fisik dari pola hubungan antara komponen-komponen jaringan, yang meliputi server, workstation, hub dan pengkabelannnya. Terdapat tiga macam topologi  jaringan  umum  digunakan,  yaitu Bus, Star dan Ring.

 

 

3.   Komponen Hardware

 

Untuk membangun jaringan dibutuhkan beberapa elemen dasar yang memungkinkan antar komputer dapat saling berkomunikasi. Elemen dasar (komponen) meliputi perangkat komputer (hardware) seperti: Server, Workstation, Network Interface Card (NIC), dan Kabel, sedangkan komponen software meliputi   :   PC   operating   system,   sistem operasi jaringan, protocol jaringan.

 

 

4.   Jaringan Wireless

 

Wireless  local  area  network  (WLAN)

 

adalah sistem komunikasi data yang fleksibel

yang dapat diimplementasikan sebagai perpanjangan atau pun sebagai alternatif pengganti untuk jaringan kabel LAN. Dengan menggunakan teknologi frekuensi radio, wireless  LAN  mengirim dan  menerima  data melalui media udara, dengan meminimalisasi kebutuhan akan sambungan kabel. Dengan begitu, wireless LAN telah dapat mengkombinasikan antara konektivitas data dengan mobilitas user.

a.   Perangkat Wireless

 

1)   Access Point

 

Access point berfungsi sebagai titik akses yang menghubungkan komputer-komputer ke dalam  sebuah  jaringan.  Access  point fungsinya sama dengan HUB pada jaringan dengan menggunakan kabel. Access point biasanya dilengkapi dengan antena dan port RJ45.

Access point merupakan sebuah perangkat penghubung antara jaringan dengan wireless, acces point akan bertugas mengubah data melewati di media kabel menjadi sinyal-sinyal radio yang dapat ditangkap oleh perangkat wireless. Acces point akan menjadi gerbang bagi jaringan wireless untuk dapat berkomunikasi dengan dunia luar maupun dengan antar sesama perangkat wireless di dalamnya.

Acces Point biasanya memiliki sistem antena untuk mentransmisikan sinyal- sinyalnya. Sistem antenanya bermacam- macam. Penggunaan acces point yang banyak tentu akan meningkatkan kapasitas pengguna dan juga jarak coverage jaringan wireless. Selain itu juga dapat menciptakan sebuah system   roaming   WLAN.   Maksudnya   para

 

pengguna dapat bergerak dengan bebas tanpa terputus koneksinya karena sinyal-sinyal komunikasinya dapat dilayani oleh beberapa acces point yang berbeda.

 

 

 

Access point sangat dibutuhkan jika ingin membuat sebuah infrastruktur jaringan wireless. Dengan menggunakan acces point, maka sebuah jaringan komunikasi akan terbentuk tidak hanya dua atau tiga perangkat saja yang dapat berkomunikasi tetapi cukup banyak yang dapat saling berbicara dengan perantara sinyal radio ini. Selain itu dengan menggunakan acces point, jaringan kabel dengan wireless juga dapat berhubungan sehingga komunikasi jaringan  menjadi lebih lebar.

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1.  Acces Point

 

5.   Wireless LAN Card

 

 

 

 

Pada jaringan wireless  ada Wireless LAN Card. Card ini biasa terpasang pada slot PCI komputer. Card ini berfungsi untuk menghubungkan komputer ke dalam jaringan. Ada berbagai tipe Wireless LAN Card yang dapat dipakai, baik di dalam ruangan dengan kemampuan jarak tertentu hingga yang mempunyai jangkauan yang jauh. Wireless LAN Card dengan kemampuan yang jauh biasanya dilengkapi dengan antena luar.

 

 

 

 

 

 

Gambar 2. Wireless LAN Card

6.   Wireless PCMCIA

 

 

 

 

Alat ini biasa dipakai pada laptop atau notebook, alat ini seperti halnya NIC, hanya saja dengan bentuk yang berbeda dan lebih tipis  karena  akan  dipasang  pada  perangkat yang kecil (laptop). Saat ini notebook sudah banyak yang dilengkapi dengan fasilitas wireless,

 

 

 

 

 

 

Gambar 3.  Wireless PCMCIA

 

 

 

7.   Wireless USB

 

 

 

 

 

 

 

 

Universal  Serial  Bus  (USB)  banyak dijumpai pada port komputer sekarang ini. wireless  USB  ini  akan  dipasang  pada  port USB di komputer. Ada 2 jenis Wireless USB yang ada di pasaran yaitu Wireless USB Stick dan Adapter. Jangkauan dari yang bertipe Adapter lebih luas dibandingkan dengan yang Stick.

 

 

 

 

 

 

Gambar 4. Wireless USB Adapter

 

 

 

8.   Wireless Local Area Network (WLAN)

 

Jaringan  komputer  yang  terhubung melalui tanpa kabel. Local Area Network dari komputer dan peralatan lainnya yang berkomunikasi lewat sinyal radio atau gelombang cahaya. Sistem ini berguna apabila penyambungan lewat koneksi kabel atau serat optik cukup mahal atau untuk aplikasi koneksi bergerak. Teknologi komunikasi data dengan tidak        menggunakan        kabel        untuk

 

menghubungkan   antara   klien   dan   server. Secara umum teknologi Wireless LAN hampir sama  dengan  teknologi  jaringan  komputer yang  menggunakan  kabel  (Wire  LAN  atau Local  Area  Network).  Teknologi  Wireless LAN ada yang menggunakan frekuensi radio untuk  mengirim  dan  menerima  data  yang tentunya      mengurangi      kebutuhan      atau ketergantungan    hubungan    melalui    kabel. Akibatnya  pengguna  mempunyai  mobilitas atau   fleksibilitas   yang   tinggi   dan   tidak tergantung  pada  suatu  tempat  atau  lokasi. Teknologi     juga     memungkinkan     untuk membentuk jaringan komputer yang mungkin tidak  Wireless  LAN  dapat  dijangkau  oleh jaringan komputer yang menggunakan kabel. Kelebihan Wireless LAN antara lain yaitu:

a)  Mobility

 

b)  Installation Speed and Simplicity

 

c)  Installation Flexibility

 

d) Reduced Cost-of-Ownership

 

e)  Scalability

 

 

 

9.   Cara Kerja Wireless LAN

 

Wireless LAN menggunakan electromagnetic airwaves (radio atau infrared) untuk menukarkan informasi dari satu titik ke titik lainnya tanpa harus tergantung pada sambungan  secara  fisik.  Gelombang  radio biasa  digunakan  sebagai  pembawa  karena dapat dengan mudah mengirimkan daya ke penerima. Data ditransmikan dengan cara ditumpangkan pada gelombang pembawa sehingga dapat diextract pada ujung penerima. Data ini umumnya digunakan sebagai pemodulasi  dari  pembawa  oleh  sinyal informasi yang sedang ditransmisikan. Begitu

datanya sudah dimodulasikan pada gelombag radio pembawa, sinyal radio akan menduduki lebih dari satu frekuensi, hal ini terjadi karena frekuensi atau bit rate dari informasi yang memodulasi ditambahkan pada sinyal carrier.

Multiple radio carrier dapat ada dalam suatu ruang dalam waktu yang bersamaan tanpa terjadi interferensi satu sama lain jika gelombang radio yang ditransmisikan berbeda frekuensinya. Untuk mengextract data, radio penerimanya diatur dalam satu frekuensi dan menolak frekuensi-frekuensi lain. Pada konfigurasi wireless LAN tertentu, transmitter/receiver  (transceiver)  device, biasa disebut access point, terhubung pada jaringan kabel dari lokasi yang fixed menggunakan kabel standar. Sebuah access point dapat mensupport sejumlah group kecil dari user dan dapat dipakai dalam jarak antara seratus sampai beberapa ratus kaki. Access point (atau antena yang terhubung pada access point) biasanya diletakkan pada tempat yang tinggi tapi dapat juga diletakkan dimana saja untuk  mendapatkan  cakupan  yang dikehendaki.  End  user access  wireless LAN menggunakan wireless-LAN adapters, biasa terdapat pada PC card pada notebook atau palmtop computer, atau sebagai card dalam desktop computer, atau terintegrasi dalam hand-held computer.

 

 

10. Antena

 

Antena adalah suatu piranti yang digunakan untuk menambahkan daya pancar dari sinyal analog serta merambatkan dan menerima gelombang radio atau elektromagnetik. Pemancaran merupakan satu

 

proses perpindahan gelombang radio atau elektromagnetik   dari   saluran   transmisi   ke ruang bebas melalui antena pemancar. Sedangkan penerimaan adalah satu proses penerimaan gelombang radio atau elektromagnetik dari ruang bebas melalui antena  penerima.  Karena  merupakan perangkat  perantara  antara saluran  transmisi dan  udara,  maka  antena  harus  mempunyai sifat yang sesuai (match) dengan saluran pencatunya. Macam – macam Antena antara lain yaitu:

a.  Antena Directional (Antena pengarah) Antena directional merupakan antena yang memancarkan daya ke arah tertentu. Jenis antena ini digunakan pada sisi client dan mempunyai gain yang sangat tinggi yang diarahkan ke Access Point.

b.  Antena Omnidirectional

 

Antena   Omnidirectional   adalah   antena yang  memancarkan  daya  ke  segala  arah, dan bentuk pola radiasinya digambarkan seperti bentuk donat (doughnut) dengan pusat berimpit. Antena ini ada dalam kenyataan,  dan  dalam pengukuran  sering digunakan sebagai pembanding terhadap antena yang lebih kompleks. Biasanya antena jenis ini digunakan pada Access Point. Antena jenis ini mempunyai pola radiasi 3600.

 

 

11. Antena Wajanbolic

 

Dalam matematika, parabola adalah irisan kerucut yang berbentuk kurva yang dihasilkan oleh perpotongan menyilang yang sejajar terhadap permukaan kerucut. Direktris adalah garis sumbu simetri pada

parabola terhadap titik fokus. Sedangkan fokus dari parabola adalah letak suatu titik dimana jarak antara titik sembarang pada garis  parabola  M(x,y)  ke  fokus  adalah sama dengan jarak antara M(x,y) ke direktris D(x,0).

 

 

 

 

Gambar 5.  Fokus dan direktris

 

Dari  pengertian  diatas  diketahui  bahwa nilai dari jarak titik F (fokus) ke titik M dan jarak dari titik M ke titik D (direktris) adalah sama, sehingga dapat dihasilkan persamaan:

 

 

Karena pada persamaan diatas kedua sisi sama-sama mempunyai akar, maka dapat dieliminasi sehingga menghasilkan persamaan :

 

 

 

 

Gambar 6. terlihat diameter dari parabola (D) dan kedalaman parabola (d). Dari dua parameter tersebut maka dapat dihitung  nilai/letak  dari  titik  fokus parabola.

 

 

 

Gambar 6.  Penghitungan nilai fokus

 

 

 

Dari persamaan diatas dapat diperhatikan bahwa semakin besar nilai diameter dari suatu parabola (D) dan semakin kecil nilai kedalaman (d) suatu parabola, maka nilai fokusnya akan menjadi semakin besar.

Pada dasarnya antena wajanbolic hampir sama dengan antena parabola. Letak perbedaannya hanya pada reflektor. Jika pada antena parabola biasa reflektor adalah dish yang didesain khusus agar dapat memantulkan sinyal dengan sebagaimana mestinya, maka jika pada antena wajanbolic, reflektor berupa wajan yang sering dijumpai.

 

 

9.  Reflektor

ringan bila dibandingkan dengan bahan logam lainnya. Hal ini tentu merupakan sebuah keuntungan bila akan mengimplementasikan antena wajanbolic karena   walaupun   mempunyai   dimensi besar, bobot dari antena tersebut akan tetap lebih ringan jika dibandingkan dengan menggunakan bahan logam lain.

Penggunaan reflektor dimaksudkan untuk mendapatkan penguatan (gain) yang lebih besar bila dibandingkan hanya menggunakan wireless USB adapter biasa atau hanya menggunakan antena kaleng (waveguide).   Karena   setiap   gelombang yang datang dari fokus akan dipantulkan oleh   permukaan   reflektor   dengan   arah yang  sejajar  dengan  sumbu  atau sebaliknya.

 

 

B.  METODOLOGI PENELITIAN

 

a.  Bahan

 

1)   Wajan

 

Langkah pengukuran wajan adalah:

 

a)  Diamater wajan,

 

Diameter Wajan

 

 

 

90

 

 

 

 

 

 

Gambar 7. Diameter Wajan b) Kedalaman wajan

 

Antena wajan bolic menggunakan reflektor dari wajan yang berbahan alumunium      karena   bahan   alumunium

 

Sisi rata wajan

 

Titik Pusat

 

 

secara   umum   merupakan   bahan   yang

 

Dasar Wajan

Gambar 8. Kedalaman Wajan

 

2) Pipa Paralon

 

Pipa paralon yang digunakan mempunyai diameter 3 inch. Pipa paralon dibutuhkan untuk   tempat   penangkapan   gelombang yang dipantulkan oleh wajan, pada pipa paralon ini akan ditempatkan wireless USB dan sebagian permukaannya akan dilapisi dengan aluminium foil.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 9. Pipa paralon

 

3) Wireless USB (Universal Serial Bus) Wireless       USB       dibutuhkan       untuk menangkap sinyal gelombang yang sudah terkumpul       untuk       disalurkan       ke PC/komputer.

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 10. Wireless USB

 

4) Kabel Wireless USB

 

Kabel Wireless USB dibutuhkan untuk penghubung dari Wireless USB ke PC/komputer.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 11. Kabel Wireless USB

 

 

 

5) Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)

Kabel  UTP  dibutuhkan  untuk perpanjangan kabel USB.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 12. Kabel UTP

 

6) Dop paralon

 

Dop Paralon yang digunakan mempunyai diameter   3   inchi   sesuai   dengan   pipa paralon yang digunakan. Dop Paralon dibutuhkan untuk dinding penempel pipa paralon ke wajan dan penutup ujung paralon.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 13. Dop Paralon

 

7) Aluminium Foil

 

Aluminium  Foil      dibutuhkan  untuk melapisi pipa paralon dan salah satu dop paralon agar mampu berfungsi sebagai konduktor.

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 14. Aluminium Foil

 

b.  Sketsa    Jaringan    Wireless    menggunakan

 

Antena Wajanbolic.

 

Sketsa    Jaringan    Wireless    menggunakan

 

Antena  Wajanbolic  tampak  seperti  Gambar

 

15.

 

 

 

Gambar 15.   Sketsa Jaringan Wireless Antena

 

Wajanbolic

 

Keterangan Gambar :

 

1.    Wajanbolic

 

2.    Pipa Paralon

 

3.    Penutup Pipa/Dop Paralon

 

4.    Wireless USB

 

5.    Kabel USB

 

6.    Kabel UTP

 

7.    USB Wireless Female

 

8.    Personal Komputer

 

 

 

C.  HASIL DAN PEMBAHASAN

 

Pengujian dilakukan terutama terhadap koneksi jaringan. Pengujian ini dimaksudkan untuk membuktikan bahwa antena wajanbolic dapat   digunakan   sebagai   salah   satu   opsi antena. Selanjutnya untuk mengetahui sejauh mana kemampuan antena wajanbolic mampu menjadi  salah  satu  pilihan  sebagai  antena, maka dilakukan pula pengujian terhadap kecepatan akses. Adapun langkah-langkah pengujian alat adalah sebagai berikut :

1.  Proses Pengujian Koneksi Jaringan

 

Pengujian alat dilakukan untuk mengetahui apakah antena wajanbolic mampu

menangkap  sinyal  hotspot,  hal  ini  diwakili dengan terkoneksi jaringan ke internet. Langkah Pengujian :

Pengujian  dilakukan  menggunakan  PC. Dalam pengujian ini menggunakan browser Mozilla Firefox. Adapun situs yang dituju www.google.com. Hasil pengujian akses menuju situs  www.google.com yang dilakukan pada hari rabu tanggal 06 oktober 2010 pukul

16.00 WIB tampak seperti Gambar 16.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 16. Pengujian Koneksi Jaringan Untuk   lebih   membuktikan   bahwa   sinyal mampu  ditangkap  oleh  antena   wajanbolic maka        dilakukan        pengujian        sinyal menggunakan   software   netstumbler.   Hasil pengujian sinyal dilakukan pada kondisi cuaca terang/tidak  hujan,  cuaca  hujan,  dan  cuaca hujan  lebat/deras.  Pengujian  dilakukan  pada pagi, siang dan malam hari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 17. Pengujian Sinyal menggunakan

 

software netstumbler

 

a.  Hasil pengujian sinyal pada cuaca terang/tidak hujan tampak pada Gambar 18 berikut ini :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 18. Pengujian sinyal pada cuaca terang/tidak hujan.

 

b.  Hasil   pengujian   sinyal   pada   cuaca   hujan tampak pada Gambar 19 berikut ini :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 19. Pengujian sinyal pada cuaca hujan

 

c.  Hasil   pengujian   sinyal   pada   cuaca   hujan lebat/deras tampak pada Gambar 20.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 20. Pengujian sinyal pada cuaca hujan lebat/deras.

 

 

2.  Hasil Pengujian Koneksi Jaringan

 

Hasil pengukuran/test bandwith yang diterima   oleh   Wireless   USB   ditunjukkan selama proses pengujian. Perbandingan hasil pengukuran besarnya bandwith tanpa menggunakan antena wajanbolic dan menggunakan    antena    wajanbolic.    Diuji

pengukuran  diarahkan  ke  server  Speedtest

 

Semarang.

 

Tabel 1. Hasil Pengujian Kecepatan Akses

 

 

 

3.  Kelebihan dan Kekurangan Antena

 

Dari     Hasil     Test/Pengujian     didapatkan kelebihan dan kekurangan antena antara lain :

1) Kelebihan dibanding tanpa antena

 

Tanpa antena tidak membutuhkan banyak peralatan/bahan dan instalasinya mudah serta cepat guna.

2) Kekurangan yang masih ada

 

Bahan   dan   material   pembuatan   antena yang masih kurang serta penggunaan peralatan yang masih belum diperhatikan kepresisiannya, sehingga hasil yang diperoleh kurang sesuai dengan perhitungan.

 

 

D.  PENUTUP

 

Setelah dilaksanakan experiment pembuatan dan pemanfaatan antena wajanbolic ini, beberapa hal yang menjadi kesimpulan yaitu:

1. Dalam    pembuatan    antena    wajanbolic peralatan utama yang dibutuhkan adalah Wajan,    Wireless    USB,    kabel    extender

 

(sambungan  kabel   USB  dan  kabel   UTP), aluminium foil , pipa paralon dan dop paralon.

2.  Di dalam instalasi koneksi antena wajanbolic ke PC langkah instalasi yang dilakukan hanya menginstall koneksi wireless USB ke PC.

3. Kelebihan  dibanding  tanpa  antena  tidak memerlukan banyak peralatan/bahan dan instalasinya  mudah  serta  cepat  guna, sedangkan Kekurangan yang masih ada yaitu meliputi   bahan   dan   material   pembuatan antena yang masih kurang serta penggunaan peralatan yang masih belum diperhatikan kepresisiannya, sehingga hasil yang diperoleh kurang sesuai dengan perhitungan.

4.  Untuk   pengembangan   pemanfaatan   antena dapat dilanjutkan dengan studi perbandingan antara antena wajanbolic dengan antena yang lain seperti antena kaleng. Dan perbandingan bahan antara aluminium dengan bahan non aluminium.

E.  Daftar Pustaka

 

1. Adiyanto,   Molin.,   2008,   Proyek   Akhir Pembuatan Antena Wajanbolic – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Surabaya.

2. Sopandi,   Dede.,       2005,   Instalasi   dan Konfigurasi Jaringan Komputer, Informatika Bandung.

3. Nana,   Suarna.,   2007,  Petunjuk  Teoritis Pengantar LAN (Local Area Network), Yrama Widya, Bandung,

4.                     .,  05  Agustus  2010,  Pengenalan Wireless LAN (wifi).http://dudik.blogdetik.com/2008/05/

31/wlan-wireless-local-area networks/.

 

5.                     ,. 01 Okt 2010, Pengertian MAN (Metropolitan Area Network).

 

http://muhsub.blogspot.com/2009/03/pengerti an-man-metropolitan-area.html.

6.  Purwanto, Eddy., 12 September 2010, Sejarah Internet, http://www.google.co.id/#hl=id&source=hp& biw=981&bih=520&q=http%3A%2F%2Flitb ang.depkes.go.id%2Ftik%2Fmedia%2FPenga ntar_WWW.doc&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs

_rfai=&fp=230ca2ae376fd1c8

 

7.                   .,  08  Agustus  2010,  Cara  Cepat Akses Internet. http://community.siutao.com/showthread.ph p?t=4516..

8.                   ,.  08  Agustus  2010,  .Pembuatan

 

Antena Wajanbolic. http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/ index.php/KeRmIT:_Pembuatan_Wajanb olic.

9.                   ,.   09   Juli   2010,   Teknik   USB Extender.

http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/

 

index.php/Teknik_USB_extender.

 

10.                    ,.   01   Oktober   2010,   Denah Lokasi Perumahan Taman Gading Cilacap. http://wikimapia.org/.

11.                    ,.    10    Oktober    2010,    Test

 

Bandwith.  http://www.speedtest.net.

 

12. Susanto, Irwan., 2004, Panduan Penulisan Tugas          Akhir      –      Akademi      Teknik Telekomunikasi Sandhy Putra Purwokerto. Purwokerto.


Pendahuluan

A. Latar Belakang.

Telepon genggam atau handphone kini telah menjelma menjadi sebuah alat komunikasi vital bagi masyarakat. Tak heran, Anda pun bisa langsung resah dan kebingungan ketika menemukan baterai ponsel low-bat. Apalagi, jika terjadi pemadaman listrik mendadak,    

Sekarang dengan kemajuan teknologi, kita dapat membuat charger bertenaga matahari yang lebih ramah lingkungan dan hemat di kantong.

Charger tenaga matahari merupakan alternatif untuk suplai energi non-listrik. Cara penggunaanya sangat mudah, tinggal letakkan panel di bawah terik matahari selama ± 10-15 jam. Energi matahari yang diterima akan dikonversi secara otomatis menjadi energi listrik. Energi tersebut akan disimpan di dalam unit dan bisa digunakan sewaktu-waktu. Alat ini sama sekali tidak menghasilkan polutan, benar-benar teknologi ramah lingkungan.

B. Rumusan Masalah.

1. Merancang skematik rangkaian charger tenaga matahari.

2. implementasi alat dan efesiensi alat.

 

C. Tujuan

1. Mempermudah Dalam penggunaan Gadget.

2. menghemat energi dan uang.

BaB II

Pembahasan

Untuk memanfaatkan sinar matahari yang terus menerus menyinari bumi bisa kita manfaatkan untuk dijadikan sumber listrik sehingga kita setidaknya bisa menghemat pemakaian listrik yang terus menerus harganya mengalami kenaikan, dibawah ini adalah salah satu rangkaian Pembangkit Listrik sederhana yang bisa anda buat dan dimanfaatkan untuk mengisi Aki motor anda atau untuk lampu emergency.

 Gambar

Skema Rangkaian Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Cara Kerja Rangkaian:

  • 8 cell panel surya 0.5v 200 mA (banyak dijual di toko-toko elektronik) atau manfaatkan solar panel bekas kalkulator yang sudah rusak/tidak terpakai lagi anda bongkar dan ambil solarcell nya
  • Capacitor 100 uF
  • Capacitor 10 uF
  • Transistor TIP 31 atau yang sejenis
  • Resistor 1 K
  • Dioda BY 207 (Diada 5 Ampere) atau yang sejenis
  • Accu Motor.
  • Kurang lebih 3 meter kawat email diameter 0.25 mm.
  • Batang Ferite yang biasa di pakai di radio-radio AM. 

 reffrensi :

http://kumpulanrangkaianelektronik.blogspot.com/2012/04/rangkaian-pembangkit-listrik-tenaga.html

http://pusatnyailmu.blogspot.com/2008/10/contoh-paper-1.html

http://mister-dhi.blogspot.com/2013/02/daftar-lengkap-kumpulan-kode-html.html


Merry Christmas

Pengolahan Air Limbah


Pengolahan Air Limbah
Pengolahan limbah bertujuan untuk menetralkan air dari bahan-bahan tersuspensi dan terapung, menguraikan bahan organic biodegradable, meminimalkan bakteri patogen, serta memerhatikan estetika dan lingkungan. Pengolahan air limbah dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara alami dan secara buatan.
Read the rest of this entry »


Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia. AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek Abiotik, Biotik, dan Kultural. Dasar hukum AMDAL adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tentang “Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup”.
Read the rest of this entry »


MASALAH LINGKUNGAN DALAM PEMBANGUNAN INDUSTRI

Pembangunan yang terus meningkat di segala bidang, khususnya pembangunan di bidang industri, semakin meningkatkan pula jumlah limbah yang dihasilkan termasuk yang berbahaya dan beracun yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia. Untuk mencegah timbulnya pencemaran lingkungan dan bahaya terhadap kesehatan manusia serta makhluk hidup lainnya, limbah bahan berbahaya dan beracun harus dikelola secara khusus agar dapat dihilangkan atau dikurangi sifat bahayanya. Read the rest of this entry »


Jumlah penduduk dunia terus meningkat setiap tahunnya, sehingga peningkatan kebutuhan energi pun tak dapat dielakkan. Dewasa ini, hampir semua kebutuhan energi manusia diperoleh dari konversi sumber energi fosil, misalnya pembangkitan listrik dan alat transportasi yang menggunakan energi fosil sebagai sumber energinya. Secara langsung atau tidak langsung hal ini mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan makhluk hidup karena sisa pembakaran energi fosil ini menghasilkan zat-zat pencemar yang berbahaya.Pencemaran udara terutama di kota-kota besar telah menyebabkan turunnya kualitas udara sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan bahkan telah menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan. Menurunnya kualitas udara tersebut terutama disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terkendali dan tidak efisien pada sarana transportasi dan industri yang umumnya terpusat di kota-kota besar, Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.