Just another WordPress.com site


KECELAKAAN DI PERTAMBANGAN

Usaha pertambangan adalah suatu usaha yang penuh dengan bahaya. Kecelakaan-kecelakaan yang sering terjadi, terutama pada tambang-tambang yang lokasinya jauh dari tanah. Kecelakaan baik itu jatuh, tertimpa benda-benda, ledakan-ledakan maupun akibat pencemaran atau keracunan oleh bahan tambang. Oleh karena itu tindakan – tindakan penyelamatan sangatlah diperlukan, misalnya memakai pakaian pelindung saat bekerja dalam pertambangan seperti topi pelindung, but, baju kerja, dan lain – lain.

Contoh sederhana karena kecelakaan kerja adalah terjadinya lumpur lapindo yang terdapat di Porong, sidoarjo. Tragedi semburan lumpur lapindo yang terjadi beberapa tahun silam, setidaknya menjadi bukti adanya kelalaian pekerja tambang minyak yang lupa menutup bekas lubang untuk mengambil minyak bumi. Semburan di Porong, sidoarjo bukan fenomena baru di kawasan Jawa Timur. Fenomena yang sama terjadi di Mojokerto, Surabaya, Gunung Anyar, Rungkut, Purwodadi, jawa Tengah.
Read the rest of this entry »


Manusia sebagai penguasa lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi mampu merubah wajah dunia dari pola kehidupan sederhana sampai ke bentuk kehidupan modern seperti sekarang ini. Namun sayang, seringkali apa yang dilakukan manusia tidak diimbangi dengan pemikiran akan masa depan kehidupan generasi berikutnya. Banyak kemajuan yang diraih oleh manusia membawa dampak buruk terhadap kelangsungan lingkungan hidup.

Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia, antara lain:
Read the rest of this entry »


World Population Growth 2050Pertumbuhan penduduk terjadi menurut deret ukur sedangkan pertumbuhan produksi berlangsung secara deret hitung. Sebab itu akan terjadi peledakan penduduk yang berakibat kelaparan dan kematian. Keyakinan ini pertama kali dikemukakan oleh Prof. Thomas Robert Malthus (Universitas Cambridge, 1785). Akan tetapi Prof. Simon Kuznets membantahnya 173 tahun kemudian. Secara ilmiah ia membuktikan bahwa Malthus sama sekali salah. Untuk itu ia mendapat hadiah Nobel di bidang ekonomi pada tahun 1971.


Kegiatan pembangunan membawa berbagai tingkat perubahan terhadap ekosistem, tetapi selalu diatur oleh pembatasan ekologis yang bekerja dalam suatu ekosistem alami itu. Faktor-faktor pembatas ekologis ini perlu diperhitungkan agar pembangunan membawa hasil yang lestari.Hubungan antara pengawetan ekosistem dan perubahan demi pembangunan demi pembangunan ada tiga prinsip yang perlu diperhatikan, yaitu :

1. Kebutuhan untuk memperhatikan kemampuan untuk membuat pilihan penggunaan sumber alam di masa depan.

2. Kenyataan bahwa peningkatan pembangunan pada daerah-daerah pertanian tradisional yang telah terbukti berproduksi baik mempunyai kemungkinan besar untuk memperoleh pengembalian modal yang lebih besar dibanding daerah yang baru.
Read the rest of this entry »


Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya.Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik, Read the rest of this entry »

kemampuan dalam berbisnis


google adsense

Siapa yang tidak kenal dengan mesin pencari uang ini? Untuk mengikuti program ini anda harus memiliki situs atau blog yang kaya dengan konten” menarik dan pengunjung yang banyak….

Untuk pendaftaran anda bisa langsung kunjungi situsnya…

http://wwwm.google.com/adsense

Good luck semoga dollar anda semakin banyak….


STRUKTUR  BAHASA BASIC

Before you download this file, please give a star for this post, thank you…

Download

LINE NUMBER COMMAND BODY PROGRAM
10 LET A= 10
20 LET B= 20
30 LET C= A+B/2
40 LET P$= Hasil =
50 PRINT P$; C
60 PRINT AKHIR PROSES
70 END

Ø Line Number

Petunjuk dalam menentukan bagian mana yang dikerjakan oleh Basic.

Ø Command

ada 2 perintah yang digunakan didalam membuat program Basic yaitu :

1.    Perintah langsung.

2.    Perintah tidak langsung.

Ø Body program

Body Program adalah suatu elemen2 Basic. Sifatnya bebas dan ada juga yang ditulis, terdiri

dari :

1. Variabel

Suatu nama atau simbol yang digunakan  untuk  mewakili  nilai tertentu yang tidak tetap.

Contoh :

A= 9        Konstanta

Variabe

Variabel ini dibagi 2 bagian yaitu :

A. Variabel string

Suatu variabel yang isinya berupa huruf, angka, tanda baca atau gabungan.

Contoh :

NAMA$ = Bob

READNAMA$,ALAMAT$

INPUT NIP$

INPUT Ketik Nama : NAMA$

B. Variabel numerik

Suatu variabel yang isinya berupa numerik, rumus2 penjumlahan, pengurangan, operasi2 matematik.

Contoh :

INPUT GAJI

READ HONOR,GAPOK,PAJAK

INPUT H%

2. Konstanta

Suatu data yang nilainya tetap dibagi 2 bagian yaitu :

A.   Konstanta string

Variabel string berisi string konstanta.

Contoh :

2.750 “, “Rp. 3.500,-“

B.   Konstanta numerik

Variabel numerik berisi numerik konstanta.

3. Ekspreksi

A.   Operator matematik

+, : , *, /, ^

Contoh : Persamaan aljabar

x=y2 + 2x + 7

LET  X = Y^2 + 2*X + 7

B. Operator pembanding

=, <>, <=, >=, < , >

Contoh :

X >S = 35

GAJI > 3500

C. Operator Logika

AND, OR, NOT

4. Function

Digunakan untuk mengubah data numerik menjadi karakter atau sebaliknya.

Memasukkan data ke dalam variabel dengan :

PERNYATAAN LET

Pernyataan LET :

Adalah untuk  memasukkan  data  pada  sebuah variabel baik numerik atau variabel string.

Contoh 1 :

10 LET A= 9            10 LET A= 9

RUN                          20 PRINT A

OK                              30 END

PRINT A

Contoh 2 :

10 LET NAMA$ = F1010

RUN                              20

OK                                 30

PRINT NAMA$

Contoh 3 :

10 LET X = 200

20 LET Z = X

30 LET V$ = LALA

40 LET M$ = V$

50 PRINT X,Z

60 PRINT V$,Z$

70 END

Contoh 4 :

10 LET A = 80

20 LET B = 20

30 LET C = A-B

40 LET D = C + 5

Pernyataan LET boleh tidak dipakai.

Contoh 1 :

10  A= 150

20  B=   50

30  PRINT A,B, A+B

40  END

Hasil :

Contoh 2 :

10 A = 5

20 KOTA$ = BANDUNG

30 PRINT A, KOTA$

40 PRINT LUAS, NAMA$

50 PRINT ANITA

60 END

Hasil :

Memasukkan data ke dalam variabel dengan :

PERNYATAAN INPUT

Pernyataan INPUT :

Maka pada saat program dijalankan, komputer   akan   menanyakan  data yang yang ingin dimasukkan.

Contoh 1 :

10 INPUT NAMA$

20 PRINT HALLO, SENANG BERKENALAN DENGANMU “;NAMA$

30 END

Hasil :

? SITI   (Enter)

HALLO, SENANG BERKENALAN

DENGANMU SITI

Contoh 2 :

10  INPUTSIAPA NAMAMU “;B$

20   INPUT UMURMU BERAPA “,B

30   PRINT HALLO “;B$

40  PRINT ANDA LAHIR TAHUN”;1999-B

50   END

Hasil :

SIAPA NAMAMU ? SITI (Enter)

UMURMU BERAPA 20   (Enter)

HALLO SITI

ANDA LAHIR TAHUN 1979

Contoh 3 :

10 PRINT Ketikkan Nama dan Umur

20 PRINT Pisahkan dengan tanda koma

30 INPUT B$,B

40 PRINT Hallo”;B$;”,Anda lahir tahun”; 1999-B

50 END

Hasil :

Ketikkan Nama dan Umur

Pisahkan dengan tanda koma

?Hetty,20    (Enter)

Hallo Hetty, Anda lahir tahun 1979

Memasukkan data ke dalam variabel dengan :

PERNYATAAN READ-DATA

Pernyataan  READ-DATA :

Pernyataan READ selalu diikuti oleh satu atau beberapa variabel.

Pernyataan DATA selalu diikuti  oleh satu atau beberapa data.

Contoh :

10 READ A                                        Pasangan

20 DATA 245                                     READ-DATA

30 PRINT A

40 END

Hasil :

245

Pernyataan DATA boleh diletakkan di-manapun didalam program, disarankan untuk meletakkannya pada bagian awal atau pada bagian akhir program.


Contoh 1:                 Contoh 2 :

10 DATA 245          10 READ A

20 READ A             20 PRINT A

30 PRINT A            30 END

40 END                   40 DATA 245

Hasil : Hasil :

245                          245

Pernyataan READ tidak boleh diletakkan sembarang.

Contoh 1 :                      Contoh 2 :

10  READ A               10 PRINT A

20  PRINT A                20 READ A

30  END                       30 END

40  DATA 245              40 DATA 245

Hasil : Hasil :

245                                 0

Pernyataan READ-DATA berganda

–          Beberapa Pernyataan READ dan sebuah Pernyataan DATA.

Contoh :

10 READ A

20 READ B

30 READ C

40 PRINT A+B+C = ”;A+B+C

50 END

60 DATA 25,10,70

Hasil :

A+B+C = 105

–          Sebuah Pernyataan READ dan sebuah Pernyataan DATA.

Contoh :

10 READ A,B,C

20 PRINTA+B+C = “;A+B+C

30 END

40 DATA 25,10,70

Hasil :

A+B+C = 105

–          Sebuah Pernyataan READ dan beberapa Pernyataan DATA.

Contoh :

10 READ A,B,C

20 PRINT A+B+C = “;A+B+C

30 END

40 DATA 25

50 DATA 10

60 DATA 70

Hasil :

A+B+C = 105

–          Bebarapa Pernyataan READ dan beberapa Pernyataan DATA.

Contoh :

10  READ A

20  READ B

30  READ C

40  PRINT A+B+C = “;A+B+C

50  END

60  DATA 25

70  DATA 10

80  DATA 70

Hasil :

A+B+C = 105

P E R C A B A N G A N

Percabangan dibagi 2 bagian yaitu :

1. Percabangan tak bersyarat dengan GOTO.

Contoh 1 :                                             Contoh 2 :

10 PRINT SAYA 10  PRINT SAYA

20 GOTO 40                                                15  PRINT NAIK

30 PRINT NAIK20 GOTO 10  

40 PRINT MOBIL30 PRINT KUDA

50 END                                                        40 END

Hasil :

SAYA

MOBIL

2. Percabangan bersyarat dengan IF…THEN.

Contoh :

10 INPUT BERAPA USIAMU”;A

20 IF A>= 17 THEN GOTO 50

30 PRINT KAMU MASIH KECIL, DILARANG MENONTON..!!”

40 END

50 PRINT SELAMAT NONTON

Hasil :

BERAPA USIAMU ? 17

SELAMAT NONTON

OK

BERAPA USIAMU ? 10

KAMU MASIH KECIL,

DILARANG MENONTON..!!

3.            Percabangan bersyarat dengan IF-THEN-ELSE

Contoh :

10 INPUT BERAPA UMUR KAMU”; A

20 IF A>= 17 THEN PRINT SELAMAT MENONTONELSE

PRINT KELUAAARRR!

30 END

4.    Percabangan tak bersyarat dengan ONGOTO

Contoh :

10 PRINT “– PILIH DI BAWAH IN –“

20 PRINT 1. Luas segitiga            

30 PRINT 2. Luas lingkaran          

40 PRINT 3. Selesai                       

50 PRINT “ ——————————- “

60 INPUT Pilihan Anda =”;A

70 ON A GOTO 120,90,140

80 GOTO 10

90 INPUT Jari-jari = “;R

100 PRINT Luas lingkaran”; 3.14*R*R

110 PRINT END

120 INPUT Alas,Tinggi =”;A,T

130 PRINT Luas segitiga”;0.5*A*T

140 END


Pembacaan data yang sama dengan RESTORE

Contoh 1 :

10 READ NAMA$,UMUR

20 PRINT NAMA$,UMUR

30 READ A$,X

40 PRINT AS,X

50 DATA VERA”, 18

Hasil : VERA 18

` Out of DATA in 30

Contoh 2 :

10 READ NAMA$,UMUR

20 PRINT NAMA$,UMUR

30 RESTORE

40 READ A$,X

50 PRINT A$,X

60 END

70 DATA VERA”, 18

Hasil : VERA 18

VERA 18

Contoh 3 :

10 READ NAMA$,UMUR

20 PRINT NAMA$,UMUR

30 RESTORE

40 READ A$,X

50 PRINT A$,X

60 END

70 DATA VERA”,18

80 DATA FANI”,20

Hasil : VERA 18

VERA  18

Contoh 4 :

10 READ NAMA$,UMUR

20 READ A$,X

30 PRINT NAMA$,UMUR

40 PRINT A$,X

50 RESTORE 95

60 READ B$,Y

70 PRINT B$,Y

80 END

90 DATA HEDI”,20

95 DATA ETI”,22

Hasil : HEDI  20

ETI    22

ETI    22


PENGULANGAN P  R  O  S  E  S

Konsep pengulangan proses

Salah satu keuntungan komputer adalah :

Mampu melakukan proses berulang dengan cepat dan akurat.

Contoh :

10 PRINT BELAJAR BASIC

20 PRINT

30 GOTO 10

Proses berulang di dalam komputer disebut : LOOPING.

 

Ada 2 jenis looping yaitu :

1. Proses berulang yang terus menerus.

2. Proses berulang yang terbatas.

Ad 1. Proses berulang yang terus  menerus.

Perulangan ini biasanya melibatkan pernyataan GOTO.

Contoh :

10 PRINT PUSING SEKALI

20 PRINT BELAJAR BASIC

30 PRINT

40 GOTO 10

 

Ad. 2  Proses berulangan yang terbatas.

Untuk  melakukan  proses   perulanganyang terbatas selain pernyataan GOTO

juga digunakan pernyataan IF…THEN.

Contoh :

10 LET ZZ = 0

20 PRINT ZZ                     Variabel penghitung

30 ZZ = ZZ + 1

40 IF ZZ < 6 THEN GOTO 20

50 END

Ada 3 cara untuk mengubah2 banyaknya pengulangan proses yang dilakukan.

1.            Mengubah harga awal variable penghitung

Harga awal variabel penghitung akan menentukan banyaknya pengulangan

proses yang akan terjadi.

Contoh :

10 LET ZZ = 1                   Harga awal

20 PRINT ZZ

30 ZZ = ZZ + 1

40 IF ZZ < 6 THEN GOTO 20

50 END

2.            Mengubah besarnya kenaikan variabel penghitung

Besarnya  kenaikan  isi variable penghitung   juga   menentukan banyaknya pengulangan proses yang akan terjadi.

CONTOH :

10 LET ZZ= 0

20 PRINT ZZ

30 ZZ = ZZ + 2                  Kenaikan variabel

40 IF ZZ < 6 THEN GOTO 20

50 END

3.            Mengubah kondisi

Contoh :

10 LET ZZ = 0

20 PRINT ZZ

30 ZZ = ZZ + 1

40 IF ZZ < 4 THEN GOTO 20

50 END

Ketiga buah cara ini dapat  digunakan bersama2 untuk mengatur banyaknya

pengulangan proses yang diinginkan.

Contoh :

10 LET ZZ = 10

20 PRINT ZZ

30 ZZ = ZZ – 4

40 IF ZZ >= 0 THEN GOTO 20

50 END

 

Pengulangan proses dengan FOR TO NEXT

Bentuk umum :

FOR (Variabel counter) = [A] TO [B] (STEP[C])

—–} bagian program yang di ulang —-

NEXT [Variabel counter]

Keterangan :

–          (Variabel counter) berfungsi :

Penghitung banyaknya pengulangan proses.

–          [A] adalah harga awal counter.

–          [B] adalah harga akhir counter.

–          (STEP[C]) boleh digunakan atau tidak.

1.            Apabila STEP[C] tidak digunakan :

Maka harga counter akan  dinaikkan satu demi satu mulai dari harga awal A sampai harga akhir B.

2. Apabila STEP[C] digunakan :

–          Jika nilai C positif, maka   setiap kali proses pengulangan dilakukan, harga COUNTER akan  dinaikan sebesar C mulai dari harga awal A sampai harga akhir B.

–          Jika nilai C negatif, maka setiap proses pengulangan dilakukan, harga COUNTER akan diturunkan sebesar dari harga awal A sampai harga akhir B.

–          Jika C = 0 maka pengulangan proses tidak akan berhenti.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan pernyataan

FORNEXT

1. Jika STEP[Z]  tidak digunakan maka [Z] dianggap bernilai 1, sehingga  nilai pencacah akan     bertambah 1 setiap kali pengulangan dilakukan.

Contoh :

10 FOR I% = 1 TO 5

20 PRINT I%

30 NEXT I%

40 END

Hasil :

1 2 3 4 5 6

 

2. Jika (X) = (Y) dan (Z) = 0 maka pengulangan akan dilaksanakan satu kali.

Contoh 1 :

10 FOR I% = 1 TO 1 STEP 2

20 PRINT I%

30 NEXT I%

40 END

Hasil : 1

Contoh 2 :

10 FOR I% = 1 TO 1 STEP –1

20 PRINT I%

30 NEXT I%

40 END

Hasil : 1

 

3. Pengulangan tidak akan dilaksanakan sama sekali jika :

A.   (X) > (Y)  dan (Z) > 0

Contoh :

10 FOR J% = 10 TO 3 STEP 2

20 PRINT J%

30 NEXT J%

40 END

Hasil :

B. (X) < (Y) dan (Z) < 0

Contoh :

10 FOR K% = 1 TO 10 STEP -1

20 PRINT K%

30 NEXT K%

40 END

Hasil :

4.            Pelaksanaan pengulangan tidak akan berhenti bila nilai [Z] = 0

Contoh :

10   FOR I% = 2 TO 2 STEP 0

20  PRINT I%

30  NEXT I%

40  END

HASIL :  2 2 2 2 2 …………..

PENGULANGAN PROSES BERGANDA FOR … NEXT

Peraturan membuat jaringan FOR … NEXT

1. Variabel counter yang digunakan masing2 FOR … NEXT harus berbeda.

Contoh :

10  FOR A = 1 TO 2

20              FOR B = 1 TO 3               loop              loop

30              PRINT B;                          dalam           luar

40              NEXT B

50  NEXT A

3.    Sebuah pasangan FOR … NEXT harus sepenuhnya berada di dalam atau di luar pasangan FOR … NEXT lainnya, tidak boleh bersilang

Untuk Mendownload File Tekan DISINI